Aksi Tari Rondhing Vilka, Penari Cilik yang Curi Perhatian di Pendopo Pamekasan
- account_circle Jun
- calendar_month Senin, 29 Des 2025
- visibility 172
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PAMEKASAN, JatimOne.com – Penampilan Vilka Arkana Arsyka, siswi SDN Potoan Laok 1, Kecamatan Palengaan, berhasil memukau para tamu undangan dalam kegiatan Tarèka Ngèmodhi Ngolang Taon Sè Kapèng 7 Ghâlimpo’ Dhu’remmek yang digelar di Pendopo Ronggo Sukowati, Pamekasan, Senin malam (29/12/2025).
Bersama rekan-rekannya dari Sanggar Seni Makan Ati, Vilka tampil penuh semangat membawakan Tari Rondhing. Gerakan yang dinamis, kompak, serta ekspresi ceria para penari cilik tersebut mendapat sambutan hangat dan apresiasi dari seluruh undangan yang hadir, sekaligus menjadi salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian malam itu.
Kegiatan kebudayaan ini mengusung tema “Malandhu Bhudhājā, Majhurbhu Bhasa Madhura”, sebagai wujud komitmen bersama dalam melestarikan bahasa dan budaya Madura di tengah derasnya arus globalisasi.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Pamekasan H. Sukriyanto, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan, perwakilan Kejaksaan, Polres, Kodim, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan, Camat Pamekasan, para budayawan, seluruh kepala sekolah tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Pamekasan, anggota Ghâlimpo’ Dhu’remmek, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pamekasan H. Sukriyanto berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan semangat baru dalam upaya pelestarian budaya daerah.
“Semoga program-program yang telah dilaksanakan ini dapat menjadi motivasi baru untuk terus melestarikan seni tari daerah, bahasa, dan sastra Madura di tengah derasnya arus budaya global,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Pamekasan menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya lokal sebagai benteng moral masyarakat.
“Dalam rangka mempertahankan dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal, khususnya bahasa dan sastra Madura, saya percaya kegiatan ini mampu melahirkan ketahanan budaya di tengah pengaruh budaya global yang terus menggerus kearifan lokal,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan, Akhmad Basri Yulianto, mengaku bangga dapat berkumpul bersama para pelestari budaya Madura.
“Dengan adanya Ghâlimpo’ Dhu’remmek, insyaallah bahasa dan budaya Madura tidak akan musnah atau hilang,” katanya.
Di sisi lain, Vilka Arkana Arsyka mengungkapkan rasa bahagianya usai tampil di hadapan para pejabat daerah.
“Saya sangat senang bisa tampil menari di depan Bupati dan Wakil Bupati. Ini pengalaman pertama saya tampil di acara sebesar ini,” ucap Vilka dengan penuh antusias.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat pelestarian bahasa, sastra, dan seni budaya Madura terus tumbuh dan mengakar kuat, khususnya di kalangan generasi muda sebagai penerus nilai-nilai budaya daerah.
- Penulis: Jun
- Editor: Rosi
