Targetkan PAD Rp400 Miliar pada 2026, DPRD Dorong Pemkab Pamekasan Percepat Digitalisasi Pajak Daerah
- account_circle Fiki
- calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
- visibility 62
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pamekasan – jatimone.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menargetkan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) hingga mencapai Rp400 miliar pada APBD tahun 2026. Target tersebut kini menjadi salah satu fokus utama dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) antara eksekutif dan DPRD.
Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur menyampaikan bahwa peningkatan PAD merupakan langkah penting demi memperkuat kemandirian fiskal daerah. Salah satu strategi yang dianggap paling efektif adalah penerapan digitalisasi pengelolaan pajak dan retribusi.
“Saat ini masih banyak sumber PAD yang dikelola secara manual, seperti pajak rumah makan, hotel, restoran, parkir, dan retribusi pasar, sehingga hasilnya kurang maksimal,” ujarnya, Selasa (7/10/2025).
Menurutnya, sistem digital akan meningkatkan transparansi, efisiensi, dan meminimalisir potensi kebocoran pendapatan. Selain itu, digitalisasi akan memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran tanpa harus mendatangi kantor layanan.
“Kalau pendapatan dari pusat bisa diupayakan lewat lobi anggaran, tapi untuk PAD harus dimaksimalkan dengan inovasi dan digitalisasi,” tegas Politisi PPP tersebut.
Ali Masykur menjelaskan bahwa target Rp400 miliar bukan sekadar wacana, melainkan proyeksi realistis berdasarkan potensi riil. Sebelumnya, target PAD pada APBD murni 2025 berada di kisaran Rp351 miliar, lalu meningkat menjadi Rp377 miliar pada APBD Perubahan. Dengan capaian itu, proyeksi kenaikan hingga Rp400 miliar pada 2026 dinilai sangat dimungkinkan.
“Ketika PAD meningkat, otomatis kemampuan pemerintah dalam pelayanan, pembangunan, dan pengabdian kepada masyarakat juga meningkat,” tambahnya.
Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto menyambut baik langkah DPRD dan menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam memperkuat basis PAD. Ia menyebut bahwa pihaknya akan melakukan pemetaan bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memastikan optimalisasi pendapatan.
“Kami akan menekankan kepada OPD agar lebih maksimal sebagaimana disampaikan ketua DPRD Pamekasan,” ungkapnya.
Sukriyanto menilai bahwa peningkatan PAD sangat penting untuk memperkuat kapasitas keuangan daerah, sehingga mampu menopang percepatan pembangunan di berbagai sektor.
“Langkah peningkatan PAD ini sangat positif karena akan berdampak langsung pada ketersediaan anggaran bagi percepatan pembangunan. Kami ingin terus bersinergi agar peningkatan PAD Pamekasan dapat berkelanjutan,” pungkasnya.
- Penulis: Fiki
- Editor: Rosi
