Komisi II DPRD Pamekasan Desak APHT Gugul Segera Dilaunching, Khawatir Jadi Proyek Mangkrak
- account_circle Fiki
- calendar_month Senin, 27 Okt 2025
- visibility 79
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PAMEKASAN – jatimone.com – Proyek Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau (APHT) di Desa Gugul, Kecamatan Tlanakan, mulai mendapat sorotan dari DPRD Pamekasan. Komisi II mendesak agar fasilitas yang dibangun dengan dana ratusan juta rupiah itu segera diresmikan dan difungsikan, sehingga manfaat ekonominya bisa dirasakan masyarakat.
Desakan tersebut disampaikan Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan, Moh Faridi, usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi APHT. Ia menilai progres pembangunan secara umum sudah sesuai perencanaan, namun perlu segera ditindaklanjuti dengan langkah operasional yang jelas.
“Kami sangat mengapresiasi kerja pemerintah daerah, tetapi 2025 akhir ini wajib hukumnya dilakukan launching. Kalau terus dibangun tanpa ada langkah taktis, dikhawatirkan nanti hanya jadi bangunan tanpa manfaat,” ungkap Faridi, Senin (27/10/2025).
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengungkapkan bahwa masih ada beberapa fasilitas yang harus disempurnakan sebelum APHT beroperasi penuh. Di antaranya penambahan gudang, penyelesaian sumber air yang masih tahap pengeboran, serta fasilitas dasar seperti kamar mandi dan tempat ibadah yang dinilai belum memadai.
“Kalau nanti pekerjanya sampai 50 atau 100 orang, tentu perlu fasilitas yang layak. Ventilasi juga harus diperhatikan agar pekerja nyaman,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Khoirul Komar, menjelaskan bahwa secara fisik fasilitas APHT sudah cukup lengkap. Mulai dari pembentukan koperasi, gudang produksi, hingga fasilitas penunjang lainnya. Kendati demikian, secara administratif operasional APHT belum diajukan ke Bea Cukai Madura.
“Launching masih menunggu selesainya pekerjaan. Saat ini masih dalam proses pekerjaan,” jelasnya.
Komar menambahkan bahwa tahun ini APHT mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp3,5 miliar. Anggaran tersebut difokuskan pada pembangunan satu unit gudang produksi, sumur bor, dan musala sebagai fasilitas pendukung.
- Penulis: Fiki
- Editor: Rosi
