DEMA UIN Madura Gelar Audiensi dengan Rektorat, Sejumlah Aspirasi Mahasiswa Mengemuka
- account_circle Jun
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PAMEKASAN – jatimone.com – Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Madura menggelar audiensi resmi dengan jajaran pimpinan rektorat pada Kamis (26/2/2026). Forum tersebut menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan pimpinan kampus guna menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkembang di lingkungan Universitas Islam Negeri Madura.
Presiden Mahasiswa UIN Madura periode 2026, Muhammad Gufron, menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan bentuk tanggung jawab DEMA dalam mengawal kepentingan mahasiswa dan memastikan adanya komunikasi yang konstruktif dengan pihak rektorat.
“Kami hadir untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka. Harapannya, audiensi ini menjadi langkah awal dalam menghadirkan kebijakan yang jelas dan berpihak kepada mahasiswa,” ujar Gufron.
Dalam audiensi tersebut, DEMA menyoroti sejumlah persoalan, di antaranya keterlambatan informasi akademik dan administratif yang dinilai berdampak pada mahasiswa. Selain itu, persoalan sarana dan prasarana (sarpras) kampus turut menjadi perhatian serius.
Menurut Gufron, sarana sebagai penunjang kegiatan mahasiswa seharusnya menjadi prioritas utama. Namun, kondisi yang ada saat ini dinilai belum proporsional dan kurang fungsional.
“Fasilitas kampus adalah kebutuhan dasar mahasiswa dalam menjalankan aktivitas akademik maupun organisasi. Kami melihat masih banyak yang perlu dibenahi agar lebih layak dan nyaman,” tegasnya.
Sejumlah poin yang disampaikan dalam audiensi meliputi kurangnya transparansi pengadaan sarana prasarana, khususnya pada ruang rapat senat universitas yang dinilai menimbulkan tanda tanya di kalangan mahasiswa. Selain itu, tata kelola sampah yang belum tertata, minimnya ketersediaan tong sampah, kondisi kamar mandi yang dinilai tidak lagi layak pakai, hingga pengelolaan parkir yang dinilai semrawut juga turut menjadi sorotan.
Menanggapi hal tersebut, Arisandi selaku Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Madura yang turut hadir dalam audiensi, secara langsung menyampaikan aspirasinya di hadapan pimpinan kampus. Ia menekankan pentingnya transparansi dan tata kelola anggaran yang akuntabel.
“Kami hanya meminta keterbukaan. Ketika ada anggaran yang cukup besar dialokasikan untuk infrastruktur, tentu mahasiswa berharap hasilnya benar-benar terlihat dan dirasakan manfaatnya. Transparansi itu penting agar tidak menimbulkan persepsi negatif di kalangan mahasiswa,” ujarnya.
Arisandi juga menegaskan bahwa mahasiswa mendorong adanya sarana dan prasarana yang layak, nyaman, serta berpihak kepada kepentingan civitas akademika, khususnya mahasiswa, melalui kebijakan yang jelas dan terukur.
“Kami ingin fasilitas yang benar-benar mendukung aktivitas mahasiswa. Kebijakan terkait sarpras harus jelas, terukur, dan berpihak pada kebutuhan riil di lapangan,” tambahnya.
Berdasarkan hasil audiensi, mahasiswa berharap adanya tindak lanjut konkret dari pihak kampus atas berbagai aspirasi yang telah disampaikan. DEMA menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu tersebut demi terciptanya tata kelola kampus yang lebih transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa.
- Penulis: Jun
- Editor: Rosi
